Selamat Datang di Blog Sederhana ini................ Hidup Untuk Mati, Mengalah Bukan Berarti Kalah, Air Mata Bukan Berarti Tanda Lemah... Renungkanlah....!!!
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

Kehancuran Kota Pompeii

Kehancuran Kota Pompeii

    KOta Pompeii terletak digaris laut Mediterania, dekat kota Neples (Neapolis) di Italia Selatan. Pompeii adalah kota besar dan ramai semasa pemerintahan Kaisar Romawi Neron. Kota ini termasuk daerah koloni orang-orang Romawi, yang dihuni oleh 20.000 jiwa, 40% dari mereka adalah kalangan budak. Pompeii menjadi kota yang makmur dan tempat pesiar dimusim panas yang dilengkapi villa-villa, kuil atau candi, gedung-gedung teater atau pertunjukan, permandian dan arena laga (colisium/colesseum).
    Sekarang ini, tidak ada yang tersisa dari kota ini selain bekas peninggalan kuno. Pompeii terletak di bawah gunung berapi Vesuvius yang memiliki ketinggian 1.200 m dari permukaan laut. kota Pompeii hancur akibat ledakan hebat gunung Vesuvius, ledakan super dahsyat yang menghambur kota Pompeii dan kota Herkulaneum.
    Letusan gunung mulai memuntahkan lava panas pada siang hari, 24 Agustus 79 M (491 tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad saw), yang menyebabkan awan asap berlapis-lapis bagaikan pohon Shanbur yang menutupi matahari, merubah siang menjadi gelap yang berkepanjangan. Penduduk kota Pompeii berusaha lari dan mengurung diri, akan tetapi tidak ada gunanya. Hari itu adalah hari raya dewa api dalam keyakinan Romawi. (Subhanallah 'amma yusyrikun).
    Kota Pompeii terkubur lava panas dan material gunung selama 1668 tahun hingga ditemukan pada tahun 1748 M, yaitu bersamaan ditemukannya Kota Herkulaneum (Herculaneum). Dari penemuan itu berhasil ditemukan  korban dalam keadaan utuh tanpa ada kerusakan bahkan hingga gigi-gigi mereka masih utuh. Mimik muka yang menyatukan semua korban adalah rasa takut dan terbelalak. Pada satu tempat ditemukan mayat-mayat yang keras membatu, karena debu-debu lahar yang beracun -yang bisa kita anggap semen alami- masuk kedalam bagian tubuh yang basah , sehingga menjaga bentuk dan rupa manusia serta binatang

Jagal Manusia Masuk Surga

Jagal Manusia Masuk Surga

    Sebuah kisa yang menggetarkan hati dan perasaan. Sebuah kisah yang terbaik  dari kisah-kisah yang ada. Satu diantara sekian kisah yang paling benar. Sumbernya adalah hadis Shohih Bukhori Muslim dari Hadis Au Said al Khudry. Belum ada seorang penulis-pun yang melukiskannya. Tidak juga intervensi para penulis legenda. Kisah ini tentang seorang lelaki yang buruk perangai,  bahkan sangat buruk. Telah berbuat aniaya dan melampaui batas dalam berbuat aniaya. Sungguh telah melampaui batas, buruk berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri.
    Seolah-olah aku melihatnya, ia melumuri pedangnya dengan darah. Dosanya senantiasa menghantuinya, hatinay mati dan sekeras batu dan hatinya benar-enar telah membatu. Hatinya tidak pernah takut dan matanyatidak pernah menangis. Padahal Rasulullah saw telah berlindung kepada Allah SWT dari hati yang tidak takut.
    Adapun orang yang dikisahkan ini, adalah seorang lelaki dari kalangan Bani Israil. Kesalahannya teramat sangat besar dan kejahatannya sangat dibenci. Apakah kesalahannya? Dosa apakah yang dilakukannya? Kejahatan apakah yang diperbuatnya? Dia  telah menumpahkan darah yang terjaga dengan cara yang haram, dan telah melenyapkan jiwa dan berlepas diri darinya. Akankan kalian berpendapat bahwa ia telah membunuh satu jiwa wahai saudaraku? Tidak! Apakah dia membunuh sepuluh orang? Juga tidak! Demi Allah, tidak! Bahkan ia telah membunuh 99 jiwa!
    Betapa buruk kejahatan yang telah ia perbuat! Betapa besar dosa yang telah ia lakukan! Akan tetapi ia sangat menyesal. ia merasa betapa besarnya dosayang telah ia lakukan. Dia bertanya-tanya: "Apakah aku memiliki hak untuk brertaubat?" Ia senantiasa mengulang-ulang pertanyaan tersebut dalam dirinya.